ads

Responsive Advertisement
LATEST UPDATES

Senin, 05 Maret 2012

Peran Remaja dalam Pengurangan Risiko Bencana

Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang paling berisiko terkena bencana. Bencana itu meliputi tsunami, letusan gunung berapi, gempa bumi dan tanah longsor. Kondisi itu diperkuat dengan jumlah penduduknya yang amat padat, sehingga risiko yang mengancam jiwa dan materi lebih besar.
Anda mungkin masih ingat bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Aceh pada tahun 2004?
Banyak korban baik luka-luka maupun mati di sana. Orangtua dan anak-anak turut jadi korban. Infrastruktur umum pun banyak yang rusak. Mulai dari gedung perkantoran hingga sekolah.
Beranjak dari kejadian tersebut, pengetahuan tentang kebencanaan akhirnya dipandang sangat perlu. Pendidikan di sekolah bagi siswa pun dinilai sangat strategis untuk menanamkan pengetahuan tentang kebencaan sejak usia dini. Maka dari itu sangat penting adanya kegiatan pembelajaran pengurangan risiko berbasis remaja dan selama ini pembelajaran itu di peroleh melalui kegiatan ekstra kulikurer PMR di sekolah. Dimana Pengurangan risiko berbasis remaja merupakan bagian dari Risiko Terpadu Berbasis Masyarakat (PERTAMA) dan salah satu penerapan Tri Bhakti PMR yang mengajak anggota PMR agar memberikan kontribusi ide dan tindakan mengurangi risiko akibat bencana atau masalah kesehatan di sekolah dan lingkungan sekitarnya. Selain itu juga dapat menjadi proses pembelajaran bagaimana unit-unit PMR di sekolah dan luar sekolah secara mandiri membuat dan mengembangkan program sesuai kemampuan dan kebutuhan lokal, serta menjadi contoh, motivator dan pendidik sebaya yang dapat memberikan perubahan positif terhadap remaja yang aman, bersih dan sehat. Tentunya juga akan menambah pengetahuan, ketrampilan, pengalaman dan sahabat.
Apasih fungsi PMR sebagai ekstra kurikuler di sekolah/luar sekolah?
Fungsinya adalah mendukung pencapaian program sekolah/luar sekolah yang sesuai dengan 7 prinsip Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.
Isi 7 prinsip Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional:
1.    Menguatkan dan mengembangkan organisasi
2.    Meningkatkan dan mengembangkan Kualitas SDM
3.    Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kepalangmerahan
4.    Mengembangkan kegiatan Kepalangmerahan yang berbasis masyarakat
5.    Meningkatkan dan mengembangkan jejaring kerjasama
6.    Menyebarluaskan, mengadvokasi dan melaksanakan Prinsip-prinsip Dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah serta Hukum Perikemanusiaan Internasional
7.    Mengembangkan Komunikasi, Informasi dan Edukasi Kpalangmerahan

Jadi PMR sangat berperan dalam mendukung program sekolah terkait kesiapsiagaan bencana dan masalah kesehatan untuk menuju sekolah dan remaja yang aman, bersih dan sehat.

Posting Komentar

 

Top