ads

Responsive Advertisement
LATEST UPDATES

Senin, 05 Maret 2012

PMI DALAM PENGURANGAN RESIKO BENCANA


Indonesia adalah negeri yang rawan bencana. Hampir setiap hari kita mendengar berita tentang kejadian bencana, baik yang disebabkan oleh alam ( gunung meletus, gempa bumi, tanah longsor ), maupun yang disebabkan oleh ulah manusia ( banjir, kebakaran )
Salah satu tugas dari PMI adalah membantu pemerintah dalam hal penanggulangan bencana dan pengurangan resiko bencana.
Seperti kita ketahui, bahwa bencana, apapun bentuknya pasti memberikan dampak negatif bagi masyarakat. Bencana selalu menimbulkan kerugian baik harta benda maupun nyawa.
Di kabupaten Grobogan, hampir setiap tahun terjadi bencana, baik banjir, kebakaran, rumah roboh terkena angin puting beliung . Bencana ini terjadi akibat faktor alam di mana curah hujan yang tinggi akibat dari efek perubahan iklim maupun dari faktor manusia itu sendiri yang kurang memperhatikan kelestarian lingkungan di sekitarnya. Seperti kebiasaan membuang sampah di sungai, penebangan liar di daerah perbukitan dan hutan maupun pembuatan pemukiman di daerah yang sebenarnya berfungsi sebagai daerah resapan air.
Untuk penanggulangan bencana yang terjadi di kabupaten Grobogan, PMI kabupaten Grobogan selalu berusaha memberikan bantuan untuk meringankan penderitaan korban. Sebelum memberikan bantuan, PMI melakukan assesmen ( pendataan ) tentang jumlah korban dan kebutuhan korban. Hal ini dilakukan agar bantuan yang diberikan sesuai dengan apa yang dibutuhkan.
Seperti kejadian bencana banjir di akhir tahun 2007 di wilayah purwodadi dan sekitarnya, PMI bersama Pemkab dan dinas instansi terkait lainnya bekerjasama dalam penanggulangan bencana tersebut, terutama untuk evakuasi warga masyarakat dari banjir ke tempat – tempat pengungsian. Di tempat pengungsian, kebutuhan utama para pengungsi adalah konsumsi makan dan alas tidur sehingga PMI bersama dengan Pemkab mendirikan dapur umum serta memberikan bantuan terpal,selimut dan pakaian pantas pakai.
Mengingat bahwa bencana selalu mengakibatkan kerugian baik harta maupun nyawa, maka untuk saat sekarang ini kita seharusnya kita tidak hanya menunggu saat bencana itu datang. Akan tetapi kita harus mulai memikirkan bagaimana agar bencana itu tidak sampai terjadi. Kalaupun terjadi bencana, kita bisa meminimalisir dampak dari terjadinya bencana tersebut. Seperti kata pepatah “ mencegah lebih baik daripada mengobati “.
Oleh karena itu, PMI Kabupaten Grobogan mengadakan beberapa kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi dampak resiko bencana. Salah satu kegiatannya adalah mengadakan pelatihan KBBM ( Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Masyarakat ) serta mengembangkan konsep Sekolah Siaga Bencana yang merupakan kerjasama antara Palang Merah Indonesia (PMI) dengan Palang Merah Jerman (GRC).
Konsep Sekolah Siaga Bencana yang digulirkan di 6 sekolah di 6 wilayah yang rawan bencana bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana sejak usia dini. Diharapkan nantinya anak – anak sekolah yang rentan terkena dampak bencana dapat mengaplikasikan pengetahuan siaga bencana baik di sekolah maupun masyarakat sehingga dapat mengurangi dampak dari bencana yang terjadi.
Untuk masyarakat di daerah rawan bencana, PMI memberikan pelatihan tentang kesiapsiagaan bencana  berbasis masyarakat. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas (kemampuan) dari masyarakat sehingga masyarakat siap menghadapi bencana dan minimal dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh bencana.
Peran serta masyarakat sangat penting dalam kesiapsiagaan bencana. Hal ini dikarenakan apabila suatu daerah terkena bencana, maka masyarakat di daerah tersebut adalah penolong pertama bagi dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat sekitarnya sebelum datang bantuan dari luar. Oleh karena itu, dalam pelatihan kesiapsiagaan bencana berbasis masyarakat, masyarakat diberikan pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana dan diharapkan dapat mensosialisasikan ilmu yang didapatkan kepada anggota masyarakat yang lain sehingga terbentuk suatu komunitas masyarakat yang tanggap dan sadar akan bencana.

Posting Komentar

 

Top