ads

Responsive Advertisement
LATEST UPDATES

Kamis, 26 Februari 2026

Profil Palang Merah Remaja (PMR)

 


Profil Palang Merah Remaja (PMR)

1. Apa Itu PMR?

Palang Merah Remaja (PMR) adalah wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja yang berada di bawah naungan Palang Merah Indonesia (PMI). PMR dibentuk untuk menumbuhkan semangat kemanusiaan dan keterampilan dasar kepalangmerahan di kalangan pelajar serta remaja Indonesia.

PMR menjadi bagian penting dalam kegiatan kepalangmerahan, khususnya dalam bidang kesehatan, pertolongan pertama, kesiapsiagaan bencana, dan aksi sosial kemanusiaan.


2. Dasar Hukum dan Tujuan PMR

Sebagai bagian dari PMI, PMR mengikuti prinsip-prinsip Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Tujuan utamanya adalah:

  • Membentuk karakter remaja yang peduli dan bertanggung jawab sosial.
  • Meningkatkan keterampilan hidup sehat, pertolongan pertama, dan kesiapsiagaan bencana.
  • Mengembangkan jiwa relawan untuk siap berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan.
  • Menanamkan nilai-nilai kepalangmerahan berdasarkan prinsip-prinsip Palang Merah.

3. Keanggotaan dan Tingkatan PMR

Anggota PMR berasal dari pelajar sekolah dan remaja yang memenuhi persyaratan usia serta bersedia mengikuti pendidikan dasar kepalangmerahan. Tingkatan anggota PMR dibedakan berdasarkan jenjang pendidikan:

  • PMR Mula – Tingkatan setara pelajar Sekolah Dasar (SD)
  • PMR Madya – Tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP)
  • PMR Wira – Tingkatan setara pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA)

Setiap tingkatan memiliki peran berbeda dalam pembinaan dan keterampilan kepalangmerahan sesuai usia dan kemampuan.


4. Nilai-Nilai dan Prinsip Dasar PMR

PMR berdasar pada prinsip-prinsip kepalangmerahan, termasuk:

  • Kemanusiaan – Peduli terhadap kebutuhan sesama tanpa membedakan latar belakang.
  • Netralitas – Menjaga netral dalam situasi konflik guna melindungi martabat setiap individu.
  • Kesukarelaan – Landasan keterlibatan anggota PMR yang bersifat sukarela tanpa paksaan.
  • Persaudaraan – Mempererat hubungan persahabatan nasional dan internasional antar anggota PMR.

5. Ruang Lingkup Kegiatan PMR

PMR menyelenggarakan berbagai kegiatan yang dikenal sebagai Tri Bakti PMR, yaitu:

a. Meningkatkan Keterampilan Hidup Sehat

Melatih remaja agar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), penyuluhan kesehatan, serta pelatihan dasar pertolongan pertama.

b. Berkarya dan Berbakti di Masyarakat

Mengadakan aksi bakti sosial, kunjungan ke panti jompo/panti asuhan, donor darah, serta peran aktif dalam kegiatan tanggap bencana.

c. Mempererat Persahabatan

Melalui kegiatan silaturahmi, pertukaran pengalaman, serta partisipasi dalam kegiatan PMR tingkat regional/nasional.


6. Struktur Pelaksanaan dan Pembinaan PMR

Menurut buku Manajemen PMR, pembinaan dan pengembangan PMR dilaksanakan secara terstruktur oleh PMI dengan keterlibatan pembina, pelatih, dan fasilitator sesuai standar pendidikan kepalangmerahan. Pendekatan utama dalam pembinaan adalah:

  • Pendekatan Sebaya – Anggota saling mendukung dalam pembelajaran hidup sehat dan keterampilan dasar.
  • Pendekatan Youth Centre – Kawasan sekolah atau PMI sebagai pusat kegiatan pembinaan remaja.

Proses pembinaan mencakup tahap perekrutan, orientasi, pelatihan, serta evaluasi berkala.


7. Peran PMR di Sekolah dan Masyarakat

Di sekolah, PMR berfungsi sebagai organisasi ekstra kurikuler yang:

  • Menjadi agent of change dalam penyuluhan kesehatan, kebersihan lingkungan, dan sikap kepedulian sosial.
  • Menjadi wadah pembinaan relawan masa depan PMI melalui pengalaman nyata dalam kegiatan kemanusiaan.

Kesimpulan

PMR adalah organisasi remaja yang menggabungkan pendidikan, keterampilan, dan aksi nyata untuk membentuk generasi muda yang peduli, terampil, dan siap menjadi relawan kemanusiaan. Profil PMR mencakup tujuan, struktur keanggotaan, nilai-nilai dasar, serta kegiatan kepalangmerahan yang substansial sebagai bagian dari perkembangan relawan PMI di Indonesia.

 

Posting Komentar

 

Top